Image

Sambut Masa Transisi Remaja, Sekolah Madania Makassar Gelar Seminar Pubertas

Sekolah Madania Makassar menggelar Seminar Pubertas yang ditujukan bagi siswa SMP serta siswa SD kelas 5 dan 6 di Aula Sekolah Madania Makassar, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa dalam menghadapi masa transisi dari anak-anak menuju remaja.


Masa pubertas merupakan fase krusial yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis. Melalui seminar ini, sekolah berupaya memberikan pemahaman yang tepat sekaligus meluruskan berbagai mitos seputar pubertas yang kerap beredar di masyarakat dan media sosial.


6a752957c822d.jpeg

Seminar ini menghadirkan akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, Roselina Dwi Hormansyah, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, materi disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan sesuai dengan tingkat pemahaman peserta.


Rangkaian acara diawali dengan sesi ice breaking dan permainan interaktif "Mitos atau Fakta?". Selain itu, para siswa diajak berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengulas studi kasus seputar dinamika remaja guna melatih kemampuan berpikir kritis dan keberanian berpendapat.


Kegiatan diskusi kelompok kecil diikuti oleh 78 siswa yang dibagi ke dalam empat kelompok. Dua kelompok terdiri atas siswa laki-laki dengan masing-masing kelompok beranggotakan 13 orang, sedangkan dua kelompok lainnya terdiri atas siswa perempuan dengan masing-masing kelompok beranggotakan 14 orang. Setiap kelompok diberikan studi kasus yang berbeda untuk didiskusikan secara bersama-sama.


Salah satu studi kasus yang diberikan berkaitan dengan tindakan body shaming pada masa pubertas. Siswa diminta memberikan tanggapan mengenai langkah yang harus dilakukan apabila terdapat seorang teman yang melakukan body shaming terhadap perubahan bentuk tubuh temannya. Hasil diskusi menunjukkan bahwa setiap kelompok memberikan solusi yang beragam sesuai dengan hasil musyawarah kelompok masing-masing.


6a752adb2ef1d.png


"Tindakan merundung itu tidak pantas karena bisa menghancurkan mental seseorang, apalagi perubahan fisik akibat masa pubertas pada tiap orang itu berbeda-beda," ujar salah satu kelompok siswa saat mendiskusikan studi kasus mengenai body shaming. Perwakilan siswa kelompok lain juga menyampaikan solusi alternatif, seperti"melaporkan kejadian perundungan kepada guru dan memberikan dukungan moral kepada korban perundungan,"tegas perwakilan salah satu kelompok.


Guna memberikan ruang aman bagi siswa yang merasa canggung, panitia menyediakannya sesi "Secret Q&A" (Kotak Rahasia). Melalui sesi ini, peserta dapat mengajukan pertanyaan secara anonim tanpa rasa malu.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Madania berharap para siswa dapat memahami bahwa perubahan biologis dan emosional yang mereka alami adalah hal yang alami. Sekolah juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif serupa secara berkala demi mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik, baik dari aspek akademis maupun kesehatan fisik dan mental.


Seminar ini digagas sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap fase penting dalam kehidupan anak, yaitu masa pubertas. Pada usia tersebut, siswa mulai mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang seringkali membingungkan jika tidak dipahami dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan ini hadir untuk memberikan pemahaman yang benar sekaligus meluruskan berbagai mitos yang kerap beredar di kalangan anak-anak dan remaja.


Penulis : Miss Fitri (mtk)

Loader GIF