Sosialisasi Shadow Teacher Perkuat Kualitas Pendampingan Siswa Berkebutuhan Khusus
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif, Divisi Special Education Needs Unit (SEN-U) Sekolah Madania Makassar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Jobdesk dan Aturan Shadow Teacher pada hari Rabu, 15 Juli 2026, pukul 13.30–15.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Shadow Teacher sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat kualitas pendampingan bagi siswa berkebutuhan khusus selama mengikuti proses pembelajaran.
SEN-U merupakan divisi yang bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Madania Makassar. Melalui layanan ini, setiap siswa memperoleh pendampingan dari seorang Shadow Teacher (ST) yang berperan sebagai pendamping belajar secara individual selama berada di lingkungan sekolah. Kehadiran Shadow Teacher bertujuan membantu siswa mengikuti kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan karakteristik masing-masing, sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian dalam proses belajar.
Sosialisasi ini diselenggarakan untuk menyamakan pemahaman seluruh Shadow Teacher mengenai tugas, tanggung jawab, batasan peran, serta etika profesional dalam menjalankan pendampingan. Dengan adanya persepsi yang sama, diharapkan setiap Shadow Teacher mampu memberikan layanan yang profesional, konsisten, dan selaras dengan visi pendidikan inklusif yang diterapkan di Sekolah Madania Makassar.

(Dokumentasi Kegiatan)
Materi yang disampaikan mencakup penjelasan mengenai jobdesk Shadow Teacher, aturan kerja, dan etika profesional. Pada sesi jobdesk, peserta memperoleh pemahaman mengenai tanggung jawab utama dalam mendampingi siswa selama proses pembelajaran, membangun komunikasi yang efektif dengan guru kelas, guru mata pelajaran, orang tua, serta tim SEN-U, sekaligus memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Selain itu, ditekankan pula pentingnya memahami batasan peran Shadow Teacher agar pendampingan yang diberikan tetap berorientasi pada pengembangan kemampuan dan kemandirian siswa, bukan menggantikan peran siswa dalam menyelesaikan tugas.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai aturan kerja yang berlaku di lingkungan sekolah, mulai dari kedisiplinan, tata tertib, prosedur pelaksanaan tugas, hingga pentingnya menjaga kerahasiaan informasi siswa sebagai bagian dari profesionalisme dalam bekerja. Etika berkomunikasi, sikap kolaboratif, serta kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh warga sekolah menjadi poin penting yang turut dibahas dalam kegiatan ini.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi refleksi diri yang melibatkan seluruh Shadow Teacher. Setiap peserta diminta menuliskan refleksi mengenai pengalaman mereka selama mendampingi siswa, kemudian menempelkannya pada media yang telah disediakan. Refleksi tersebut memuat berbagai aspek, seperti tantangan yang dihadapi selama menjalankan tugas, praktik baik yang telah dilakukan, hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pendampingan, serta harapan terhadap pengembangan diri maupun layanan SEN-U ke depannya.
Kegiatan refleksi ini menjadi sarana bagi para Shadow Teacher untuk mengevaluasi perjalanan profesional mereka sekaligus saling belajar dari pengalaman rekan sejawat. Beragam refleksi yang ditampilkan menunjukkan bahwa setiap pendamping memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pendampingan terbaik bagi setiap siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Divisi SEN-U berharap seluruh Shadow Teacher semakin memahami peran strategis mereka sebagai mitra dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus. Dengan pemahaman yang lebih baik, semangat refleksi yang berkelanjutan, serta komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi, diharapkan kualitas layanan pendampingan di Sekolah Madania Makassar dapat terus berkembang sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang optimal dalam lingkungan yang inklusif dan suportif.
Penulis : Ms. Putri (Sen)